
Saya mengamati di beberapa blog bahkan hampir semua blog dari Indonesia tampak meriah dengan warna yang menarik. Ternyata hal tersebut, bukan sebuah gambar banner biasa tapi sebuah iklan. Iklan yang sekarang dianggap umum dengan tema bisnis online. Iklan tersebut menggunakan gambar/banner atau bila sebuah kata-kata yang sangat menarik perhatian dan lebih gilanya lagi seolah-olah menjanjikan kekayaan secara cepat dengan teknik tertentu. Cobalah saudara perhatikan iklan mana yang tidak bombastis kata-katanya?
Adakah kekayaan (uang) datang dengan instan, saya rasa semuanya pasti harus dengan perjuangan dan pengorbanan, betul? Lalu ada yang mengatakan bukankah pasang iklan juga sebuah pengorbanan? Pengorbanan materi dan waktu? Memang benar pasang iklan juga sebuah pengorbanan, tapi mengapa harus memasang iklan untuk membeli sebuah e-book yang tidak bisa kita baca terlebih dahulu? Bisnis jual beli e-book sepertinya sudah menjadi bisnis yang menjanjikan di Indonesia. Tapi tahukah anda? Bahwa Anda dapat dengan mudah mendapatkan e-book tersebut dengan harga sangat murah bahkan gratis He..he.... :D. Coba sekali-kali bergabung dengan komunitas online di Indonesia (sebuah forum khusus tentang topik spesifik, contohnya
kaskus.us). Saya yakin bila Anda aktif berinteraksi, bukan hanya kenalan baru yang didapat tapi ilmu bahkan e-book yang bisa anda peroleh dengan mudah.
Lalu apakah saya melarang Anda berbisnis online? tentu tidak, saya hanya menyarankan kepada Anda terlebih dahulu melakukan hal-hal di bawah sebelum memutuskan membeli:
Jangan tertarik dengan kata-katanya yang bombastisPerhatikanlah iklan-iklan di internet yang menggunakan kata-kata memikat dan menggiurkan, seolah-olah Anda bisa mendapatkan keuntungan secara cepat dan mudah. Saya hanya berpikir bila semua orang indonesia bisa melakukan hal yang dikatakan iklan tadi secara cepat. Pastilah bisnis tersbut lebih bersifat pribadi atau rahasia, mengapa? Analoginya begini, adakah seorang koki atau pengelola restoran menyebarkan resep rahasianya? Pastinya mereka akan menolaknya karena itu adalah rahasia perusahaan, dan bila disebarkan bisa terancam menurunnya omzet atau bahkan terancam gulung tikar karena banyak masakan serrupa di pasaran.
Kenali Produk dan WebsitenyaSebenarnya produk apa yang akan beli dan mengapa anda harus membelinya? Carilah informasi produk tersebut beserta websitenya, apakah hanya sebuah arisan online (keuntungan yang didapat dari bisnis menjual kembali e-book tersebut melalui link referal). Jangan sungkan untuk menanyakannya secara langsung, karena Anda memiliki hak untuk itu dan hak Anda dilindungi UU. Saya pribadi lebih puas mendapatkan dalam bentuk buku, artinya ada barang secara nyata dan dapat dinikmati tanpa ngeprint lagi. Lagipula harganya lebih murah dibandingkan e-book.
Cara informasi sebanyak-sebanyak tentang orang yang telah membeli produk tersebutTerkadang sebuah testimonial bisa mempangaruhi calon konsumen. Secara logika pastilah testimonial yang baik (menguntungkan bagi pengelola) yang akan ditampilkan diwebsitenya, sedangkan testi yang bernada negatif hmmm ke laut aja dah.. :D. Manfaatkanlah google.com atau forum-forum di internet yang membahas bisnis online. Saya yakni pastilah ada seseorang yang mereview produk tersebut secara seimbang (baik dan buruknya) bukan hanya baiknya saja atau buruknya saja. Rekomendasi saya, tanyakan kepadda orang yang anda kenal dan Anda yakini dia dapat dipercaya tentang produk tersebut.
Pelajari garansi dan layanan yang diberikanSetelah mengumpul banyak informasi, pelajari dan simak baik-baik kata demi kata. Karena yang namanya iklan pastilah dibuat sedemikian menarik dan seolah-olah tanpa cacat sama sekali, tapi ternyata setelah Anda membelinya bukan kesenangan yang didapat tapi hanya janji belaka dengan syarat-syarat yang birokratis dan tersembunyi. Saat ini masyarakat kita sudah mulai cerdas dalam menyikapi suatu masalaha dan iklan di perangkat elektronik. Jadi janganlah terlalu cepat mengambil keputusan. Alangkah baiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan orang yang mengetahui bisnis tersebut secara objektif.
Saya pribadi lebih tenang
berbisnis pulsa, atau menjual sebuah barang. Yah mungkin agak ribet sih dengan keuntungan yang tidak terlalu besar, alhamdulillah saya lebih tenang dan sangat menikmatinya. Sekarang, keputusan ada di tangan Anda.
source :
manginfera